CINTA FIKSI
Part-01
"Saat hati yang kian lama bersemayam dalam kesunyian mulai merintih, meronta dan mengharap kekosongan ini terisi oleh balutan senyawa yang berkasih, membimbing pikiran untuk melangkah, mencari dan temukan sisi dari sebuah peran kehidupan.
Bersama gemercik hujan di sore ini, terpaku lesu dalam harapan dan doa yang terus menerus terucap dalam tiap baitnya, selalu kusebut namamu, semoga ini bisa terus mengalir, menembus muara dan lautan penantian yang luas, bak cakrawala yang tak tertempuh batas pandangan.
Mungkin rindu ini akan terus menguap, menjadi gumpalan-gumpalan awan hitam di atas langit, menunggu terpecah menjadi butiran air yang turun ke bumi, membasahi dan mengisi celah, hati ini yang telah lama kering, dan berharap subur kembali.
Wahai penghuni hati, yang sampai detik ini belum kujumpai parasmu, aku berharap kau tiba dalam kesadaranku, menyapaku dalam bahasa terindah, yang belum kudengar sebelumnya.
Ini hanya cerita, yang masih tersusun untuk sebuah penantian panjang, bukan bagian atau awal sebuah tulisan, yang terserat mengikuti alurnya kegaduhan hati, aku manusia biasa yang rentan sakit karna kecewa, lama menunggu tak kunjung tiba, batas sabar di ujung cerita.
Kelopak mata sering kali turun di tengah lamunan yang tak terbatas, menegaskan air mata mengalir dari sudutnya, berkumpul di antara dagu, membentuk tetesan yang berarti dalam, aku kadang tak menyadari, betapa hati ini begitu lemah, rapuh, dan tak bernyali.
Aku rindu akan hingar bingarnya perasaan ini, tidak terus menerus berada dalam peti mati yang sempit dan pekat.
Aku rindu keramaian pasar yang riuh gemuruh, berkata bebas tak berpengaruh, tak perlu nada untuk selaras, namun hati terasa puas.
Teruntuk sebuah nama cinta, ijin kan aku berteriak dengan barisan kegagalanku, supaya kau dengar dan pahami, kecewa yang selama ini kubenahi memang tak terlihat begitu berserakan, namun yang perlu kau tahu, aku kehilangan banyak tempat di kehidupanku karena itu.
Diantara perasaan yang tersisa, aku hanya punya satu harapan, dengan beribu keinginan, satu harapan itu hadir, membawa beribu jawaban yang selama ini kucari, seragam dalam langkah yang sama, dengan arah yang jelas tanpa ada lagi kata salah, benar dan benar, selesaikan itu penuh canda, penuh tawa, di akhir cerita yang BAHAGIA.***
-Bersambung...